Fatwa Mahkamah Agung

Diposting pada
No.Nomor FatwaTanngalUraian
1.Fatwa No. 149/KMA/XII/200917 Desember 2009Kewenangan untuk eksekusi ada pada Ketua Pengadilan Tingkat Pertama,dibawah pengawasan Ketua Pengadilan Tingkat Banding sebagai kawal depan (voorpost) Mahkamah Agung RI
2.Fatwa No. 35/KMA/III/200930 Maret 2009Suatu putusan akhir dari Pengadilan Tinggi dapat diajukan kasasi, sehingga apabila ada yang mengajukan kasasi dari salah satu pihak harus dikirim ke Mahkamah Agung RI
3.Fatwa No. 52/KMA/V/20091 Mei 2009Tidak terlibat secara langsung atau tidak langsung terhadap adanya perselisihan organisasi advokat. Apabila ada Advokat yang diambil sumpahnya bukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi, maka sumpahnya dianggap tidak sah, sehingga yang bersangkutan tidak dibenarkan beracara di Pengadilan
4.Fatwa No. 115/KMA/IX/200916 September 2009Putusan MA tidak berlaku surut
5.Fatwa No. 118/KMA/IX/200924 September 2009Mahkamah Agung berwenang untuk memberikan pertimbangan hukum dalam bidang hukum, baik diminta maupun tidak diminta kepada Lembaga Negara yang lain
6.Fatwa No. 130/KMA/X/200919 Oktober 2009Mahkamah Agung tidak boleh memberikan pendapat atas suatu putusan lembaga peradilan lain i.c. Mahkamah Konstitusi
7.Fatwa No. 146/KMA/XII/200908 Desember 2009MA tidak berwenang menafsirkan suatu perundang-undangan yang dimungkinkan akan menjadi sengketa di Pengadilan
8Fatwa No. 148/KMA/XII/200914 Desember 2009Penyampaian Informasi dari dokumen yang bersifat rahasia disampaikan dengan rahasia juga